Showing posts with label infeksi. Show all posts
Showing posts with label infeksi. Show all posts

Wednesday, May 29, 2013

Varicella Zoster si Virus Penyakit Cacar Air


Source : Wikipedia.com

Penyakit cacar air disebabkan oleh virus Varicella Zostar (Varicella Zoster Virus). Virus ini dapat ditemukan dalam cairan vesikel, darah penderita, dan cairan selaput. Penyakit cacar air sudah ada semenjak berabad-abad lalu. Penularan penyakit cacar sangat cepat, dan dapat menyerang dari usia bayi hingga lanjut usia. 

Penyakit ini mudah menular melalui percikan cairan ludah dan kontak langsung dengan cairan yang berisi virus Versicella Zostar. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya lentingan-lentingan berisi air baik berukuran besar maupu kecil. Penyakit ini menyerang semua golongan usia. Lebih umumnya menyerang usia bayi hingga anak-anak. Lebih banyak kasus penularan pada anak-anak sebelum usia 15 tahun.

Masa Inkubasi terjadi selama 11-12 hari. Gejala awal ditandai dengan panas badan, lemah, malas, tidak nafsu makan, dan terkadang disertai kemerahan pada kulit seperti biang keringat. Setelah itu akan timbulnya bintik merah kecil yang berubah menjadi lenting-lenting berisikan cairan jernih dan mempunyai dasar kemerahan. Pada hari ke-3 atau ke-4, lentingan ini mulai menyebar ke seluruh tubuh seiring adanya rasa gatal. Penanganan yang benar dapat menyelamatkan si penderita. Sebelum ditemukan vaksin cacar air, penyakit ini menjadi momok yang menakutkan karena dapat menyebabkan meninggal dunia jika penanganan tidak dilakukan dengan benar.

Penanganan yang terbaik adalah penderita menjaga / menjauhkan sementara dari orang lain sampai lima hari setelah ruam timbul da semua lentingan telah kering. Sebaiknya penderita menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk, membuang sampah tisu pada tempatnya, peralatan makan dan minum dipisahkan dari orang lain agar tidak menular. Cacar air sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Biasanya penangan an lebih diberikan obat asiklovir berupa tablet dan salep yang mengandung asiklovir dipermukaan yang terinfeksi sebanyak 6 kali sehari (Penggunaan Obat-obatan sebaiknya berkonsultasi dengan Dokter). Penderita Penyakit cacar sangat dianjurkan untuk mandi untuk menjaga kebersihan tubuh selama periode infeksi. Namun penggunaan sabun yang lembut dan berhati-hati membersihkan ketika mandi. Sebaiknya juga untuk mengenakan pakaian longgar agar lenting tidak tergesek dan pecah.

Penyakit ini dapat disembuhkan / dicegah dengan menggunakan vaksin. Makanya kenapa usia bayi di imunisasi vaksin cacar. Namun perlu diketahui bahwa vaksin hanya melemahkan karena virus mudah bermutasimenjadi varian yang lebih kuat. Sehingga penderita yang pernah terkena cacar air, dapat terkena kembali akibat dari sifat virus cacar yang "tertidur". Oleh karena itu Kekebalan tubuh harus dijaga dengan baik. 

Wednesday, March 13, 2013

Diare Atau Normal Lebih Dari 3 Kali Sehari.


Salah satu penyakit yang sering diderita oleh balita dan anak-anak adalah diare. Penyakit diare adalah penyakit yang berbahaya dan tidak bisa dipandang sepele. Jika diare berlangsung terus menerus, bayi atau anak Anda akan terkena dehidrasi yang bisa berbahaya bagi organ-organ tubuhnya. Diare yang terjadi pada anak mungkin dianggap remeh. Tetapi jika diabaikan, diare dapat menyebabkan kematian. Sampai saat ini diare masih menjadi penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia, khususnya negara berkembang.
 
"75 persen tubuh kita terdiri dari air, jika diare tubuh akan lemas dan dehidrasi, apalagi anak-anak," ujar dr. Muzal Kadim, SpA(K), Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI - RSCM, saat Pocari Sweat Conference, Sabtu (23/2/2013), di Jakarta. Namun ada perbedaan pada bayi yang baru lahir karena dapat melakukan Buang Air Besar (BAB) 8 hingga 10 kali dalam sehari.  Hal ini terjadi pada bayi berumur dibawah satu bulan, umumnya enzim laktase yang ada pada permukaan usus halus belum sepenuhnya terbentuk dengan sempurna.
 
Kebanyakan kasus diare terjadi pada anak dibawah usia 5 tahun di Indonesia kebanyakan disebabkan oleh infeksi rotavirus yang kasusnya mencapai sekitar 84 persen dan 16 persen sisinya disebabkan oleh bakteri. Paling sering terjadinya penularan umumnya dibagian tubuh yaitu tangan. Karena anggota tubuh inilah yang sering melakukan kontak langsung dengan benda lain. Oleh karena disarankan sebelum makan untuk mencuci tangan dengan sabun.
 
Selain bagian tangan, penularan terjadi jika lingkungan tidak bersih melalui makanan yang tercemar, kotoran hewan/manusia karena sanitasi tempat pembuangan tidak tersedia baik, dan juga hewan lalat. Tanda-tanda anak mngalami diare, jika anak biasanya merasa haus, gelisah, lemah, mata cekung, ubun-ubun cekung (pada bayi), kulit keriput, ekncing berkurang, tangang dan kaki dingin, nadi cepat serta nafas cepat dan dalam. Pola BABnya tidak normal. Dimana normalnya pola buang air besar dalam sehari maksimal tiga kali atau tiga hari sekali.
 
Jika anak terkena diare, sebaiknya orang tua memberikan cairan agar anak tidak lemas, mual dan pusing. Karena diare banyak menyebabkan pengeluaran cairan maka bila diukur, jika anak/orang dewasa kehilangan 1 liter cairan tubuh maka berat badan akan kehilangan 1 kilogram, sehingga terjadinya defisit cairan tubuh. Penyembuhan biasanya diberikan cairan seperti oralit yang menggantikan cairan tubuh. Semakin dini usia anak maka semakin banyak cairan yang dibutuhkan. Untuk pemberian obat antibiotik umumnya diberikan untuk menghentikan infeksi biasa, namun pemberian antibiotik sebaiknya tidak diperlukan karena diare akan mereda dengan sendirinya.
 
Penanganan lingkungan yang bersih dan pengajaran akan kebersihan diri dan lingkungan, memudahkan orang tua dan anak untuk menghindari dari penyakit diare. Serta ketersediaan fasilitas sanitasi umum dan air yang bersih membantu mengurangi resiko segala hal penyakit termasuk diare. Dan sangat disarankan selalu mencuci tangan sebelum makan memiliki kadar pencegahan segala resiko terhadap penyakit yang menular melalui kontak tangan.

Tuesday, January 29, 2013

Paramyxovirus Menyebabkan Gondongan (Mumps)

Perlengkapan Bayi - Online Shop
mall bayi menjual perlengkapan bayi online
Perlengkapan bayi - Kereta Bayi
mall bayi menjual perlengkapan bayi online
Perlengkapan bayi - Mainan Bayi
mall bayi menjual perlengkapan bayi online
Perlengkapan bayi - Baju Bayi
mall bayi menjual perlengkapan bayi online


Paramyxovirus adalah virus yang menyebabkan penyakit infeksi kelenjar ludah. Penyakit ini dikenal dengan "Gondong" atau istilah di luar negeri dikenal dengan nama "Mumps". Penyakit ini dapat menular melalui kontak sentuhan maupun udara (seperti bersin). Jika seseorang terinfeksi gondongan maka dapat menularkan ke orang lain dalam waktu diperkirakan 6 hari sebelum terjadinya dan 9 hari sesudah penyakit mulai sembuh. Sedangkan masa inkubasi adalah (masa hingga gejala timbul) dapat mencapai 14-25 hari.
Gejala yang ditimbulkan berawal dengan demam beberapa hari, kepala pusing, ketegangan otot, kecapaian dan hilang gejala nafsu makan serta gejala pembengkakan kelenjar ludah didekat rahang dan telinga bawah. Gejala yang lazim biasanya nyeri ketika mengunyah atau menelan terutama jika mengkonsumsi jenis citrus seperti jus jeruk. Pada pembengkakan pipi bawah dekat rahang ini jika ditekan maka akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan sakit.
Biasanya penyakit ini diderita pada anak usia 2-12 tahun. Kebanyakan terjadi di negara-negara berkembang yang masih kurang menjaga kebersihan. Penyebaran terjadi di daerah pemukiman pada penduduk, sekolah, asrama dan tempat penitipan anak. Tempat ini banyak anak berkumpul sehingga penyebaran penyakit cepat menular jika salah satu dari mereka sedang terjangkit penyakit gondong.
Yang patut diperhatikan adalah Penyakit Gondong disembuhkan melalui kekebalan tubuh sendiri, dalam hal ini dapat sembuh dengan sendirinya. Itupun dapat divaksin dengan jenis MMR Vaccine. Biasanya penyembuhan tidak menggunakan antibiotik yang diperlukan untuk penyembuhan gondong ini dengan memperbanyak istirahat, pemberian asupan nutrisi yang bergizi gar kekebalan tubuh meningkat. Sedangkan pemberian obat pereda nyeri dan penurun panas dapat diberikan jika memang membuat tidak nyaman bagi si penderita. Sebaiknya makanan yang diberikan adalah berjenis lunak seperti bubur. Ini dilakukan agar penderita dapat mengurangi rasa sakit ketika mengunyah atau menelan. 
Penanganan yang tidak serius dapat menyebabkan komplikasi berat. Seperti Orkitis (peradangan disalah satu atau kedua testis); Ovoritis (peradangan pada salah satu atau kedua indung telur); Ensefalitis (kerusakan pada otak atau saraf yang permanen); Pankreatitis (peradangan pankreas); Peradangan Ginjal dan Sendi. Untuk pencegahan penyakit gondong, anak-anak biasanya diberikan vaksinasi MMR vaksin. Meski demikian masih dapat terkena dan orang dewasa pun dapat tertular oleh penyakit ini.

(ditulis ulang dan diedit kembali dari http://www.bbmall.com)